gaya gw

gaya gw

Kamis, 29 September 2011

Minyak Atsiri


BAB I
PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang

Dewasa ini sekitar 200 jenis minyak atsiri diperdagangkan di pasar dunia dan tidak kurang dari 80 jenis diantaranya diproduksi secara konti-nyu. Sekitar 20 jenis minyak atsiri Indonesia dikenal di pasar dunia, 15 diantaranya sudah menjadi komoditi ekspor yaitu minyak serai wangi, nilam, akar wangi, kenanga, ylang-ylang, kayu putih, daun cengkeh, gagang cengkeh, cendana, pala, massoi, kruing, gaharu, lawang, dan terpentin; sedangkan potensinya lebih dari 40 jenis. Minyak atsiri digunakan dalam pembuatan obat-obatan, parfum, kos-metika, sabun, detergen, flavor dalam makanan dan minuman, dan aroma-terapi. Disamping mengekspor, Indonesia juga mengimpor beberapa jenis minyak atsiri yang sebagian dapat dihasilkan di Indonesia
Minyak atsiri yang dikenal juga dengan minyak eteris atau minyak terbang (essential oil, volatile oil) dihasilkan oleh tanaman. Minyak tersebut mudah menguap pada suhu kamar tanpa mengalami dekomposisi, rasa getir (pungent taste), berbau wangi sesuai dengan bau tanaman penghasilnya, umumnya larut dalam pelarut organik dan tidak larut dalam air.
Seperti produk herbal, aromaterapi mendekati kekuatan penyembuhan pada dunia tanaman. Namun, alih-alih menggunakan seluruh tanaman, hanya diperlukan minyak atsirinya saja. Zat beraroma yang berpotensi ini ditempatkan dalam kelenjar kecil di bagian luar atau jauh di dalam akar, kayu, daun, buah atau bunga tanaman. Kebanyakan tanaman mengandung minyak atsiri, tetapi sering dalam jumlah minimal sehingga ekstraksi tidak akan bernilai, atau harga minyak atsiri menjadi terlalu tinggi.
Kegunaan minyak atsiri sangat luas dan spesifik, khususnya dalam berbagai bidang industri, antara lain dalam industri kosmetik (sabun, pasta gigi, sampo, losion), dalam industri makanan sebagai bahan penyedap atau penambah cita rasa; dalam industri parfum sebagai pewangi; dalam industri farmasi atau obat-obatan sebagai antinyeri, antiinfeksi, pembunuh bakteri; dalam industri bahan pengawet; bahkan digunakan pula sebagai insektisida, oleh karena itu tidak heran jika minyak atsiri banyak diburu berbagai Negara.
Beberapa metode isolasi minyak atsiri seperti penyulingan, pengepresan, ekstraksi dengan pelarut menguap, ekstraksi dengan lemak padat. Namun, sebagian besar minyak atsiri diperoleh melalui metode penyulingan yang dikenal juga dengan hidrodestilasi. Meskipun proses pengambilan minyak atsiri melalui metode penyulingan merupakan model tertua, tetapi hingga kini masih banyak dilakukan oleh para perajin minyak atsiri di berbagai negara, khususnya negara yang sedang berkembang termasuk Indonesia.
Minyak atsiri sangat terkonsentrat dan dalam banyak kasus harus diencerkan sebelum digunakan. Konsentrat tinggi tersebut memiliki beberapa keuntungan. Sebagai contoh, minyak atsiri tidak makan banyak tempat dan dapat dengan mudah dipindahkan. Zat ini dapat dikombinasikan satu sama lain dalam berbagai cara untuk tujuan yang berbeda. Minyak atsiri harus diberi label "Minyak Atsiri Murni". Ada kecondongan para penyuling dan pemasok minyak atsiri untuk memperpanjang atau meregangkan minyak atsiri. Hal ini sangat mengurangi atau menghilangkan nilai terapi minyak atsiri.













BAB II
ISI
Minyak atsiri  dikenal dengan nama minyak eteris atau minyak terbang merupakan bahan yang bersifat mudah menguap (volatile), mempunyai rasa getir, dan bau mirip tanaman asalnya yang diambil dari bagian-bagian tanaman seperti daun, buah, biji, bunga, akar, rimpang, kulit kayu, bahkan seluruh bagian tanaman. Minyak atsiri selain dihasilkan oleh tanaman, dapat juga sebagai bentuk dari hasil degradasi oleh enzim atau dibuat secara sintetis.
Proses produksi minyak atsiri dapat ditempuh melalui 3 cara, yaitu: (1) pengempaan (pressing), (2) ekstraksi menggunakan pelarut (solvent extraction), dan (3) penyulingan (distillation). Penyulingan merupakan metode yang paling banyak digunakan untuk mendapatkan minyak atsiri. Penyulingan dilakukan dengan mendidihkan bahan baku di dalam ketel suling sehingga terdapat uap yang diperlukan untuk memisahkan minyak atsiri dengan cara mengalirkan uap jenuh dari ketel pendidih air (boiler) ke dalam ketel penyulingan.
Minyak atsiri merupakan salah satu komoditas ekspor agroindustri potensial yang dapat menjadi andalan bagi Indonesia untuk mendapatkan devisa. Data statistik ekspor-impor dunia menunjukan bahwa konsumsi minyak atisiri dan turunannya naik sekitar 10% dari tahun ke tahun. Kenaikan tersebut terutama didorong oleh perkembangan kebutuhan untuk industri food flavouring, industri komestik dan wewangian.
Terdapat ratusan minyak atsiri, yang di antaranya merupakan sebuah sistem medis sangat efektif. Banyak di antaranya merupakan bahan aktif dalam obat yang diresepkan oleh sistem ortodoks obat Barat, atau inspirasi untuk tiruan sintetisnya. Cairan terkonsentrat ini juga sangat diperlukan untuk obat-obatan, makanan dan industri kosmetik.
Ekstraksi minyak atsiri menggunakan pelarut, cocok untuk mengambil minyak bunga yang kurang stabil dan dapat rusak oleh panas. Pelarut yang dapat digunakan untuk mengekstraksi minyak atsiri antara lain kloroform, alkohol, aseton, eter, serta lemak. Sedangkan enfleurasi digunakan khusus untuk memisahkan minyak bunga-bungaan, untuk mendapatkan mutu dan rendemen minyak yang tinggi.
Penyulingan adalah suatu proses pemisahan secara fisik suatu campuran dua atau lebih produk yang mempunyai titik didih yang berbeda dengan cara mendidihkan terlebih dahulu komponen yang mempunyai titik didih rendah terpisah dari campuran. Untuk mempermudah proses penyulingan minyak atsiri dapat dilakukan perlakuan pendahluan (penanganan bahan baku) dengan beberapa cara seperti pengeringan, pencucian dan perajangan.
Pengeringan dapat mempercepat proses ekstraksi dan memperbaiki mutu minyak, namun selama pengeringan kemungkingan sebagian minyak akan hilang karena penguapan dan oksidasi oleh udara. Beberapa jenis bahan baku tidak perlu dikeringkan, seperti jahe, lajagoan, dan bahan lain yang disuling dalam keadaan segar untuk mencegah kehilangan aroma yang diinginkan.
Pencucian biasanya dilakukan untuk bahan-bahan yang berasal dari tanah seperti akar wangi, dan rimpang. Tujuannya adalah untuk membersihkan bahan dari kotoran yang menempel, mencegah hasil minyak agar tidak kotor, dan efisiensi pemuatan bahan dalam ketel suling.
Perajangan bertujuan untuk memudahkan penguapan minyak atsiri dari bahan, memperluas permukaan suling dari bahan dan mengurangi sifat kamba.  Pada umumnya perajangan dilakukan pada ukuran 20 – 30 cm. Dalam industri minyak atisiri dikenal 3 macam metode penyulingan yaitu (1) penyulingan dengan air (water distillation), (2) penyulingan dengan air-uap (water and steam distillation), (3) penyulingan dengan uap langsung (steam distillation).
Berdasarkan jenis komoditi, lama penyulingan sangat bervariasi mulai dari 3-5 jam untuk sereh wangi, 5 – 8 jam untuk minyak nilam dan cengkeh, 10 – 14 jam untuk minyak pala, dan 10-16 jam untuk minyak akar wangi bergantung kepada  jenis bahan baku (basah / kering), penggunaan tekanan dan suhu penyulingan. Tekanan uap yang tinggi dapat menyebabkan dekomposisi pada minyak, oleh karena itu penyulingan lebih baik dimulai dengan tekanan rendah, kemudian meningkat secara bertahap sampai pada akhir proses.
Selama proses penyulingan, uap air yang terkondensasi dan turun ke dasar ketel harus dibuang secara periodik melalui keran pembuangan air untuk mencegah pipa uap berpori terendam, karena hal ini dapat menghambat aliran uap dari boiler ke ketel suling.
Pada proses pendinginan, suhu air pendingin yang masuk ke dalam tabung atau kolam pendingin yang ideal sekitar 25-30 derajat Celcius, dan suhu air keluar maksimum 40–50 derajat Celcius. Suhu air keluar tersebut dapat diatur dengan memperbesar / memperkecil debit air pendingin yang masuk ke dalam tabung / kolam pendingin.
Pemisahan minyak dari tabung pemisah sebaiknya “tidak diciduk” (diambil dengan gayung), karena hal itu akan menyebabkan minyak yang telah terpisah dari air akan kembali terdispersi dalam air dan sulit memisah kembali, sehingga mengakibatkan kehilangan (loses).
Minyak yang dihasilkan masih terlihat keruh karena mngandung sejumlah kecil air dan kotoran yang terdispersi dalam minyak. Air tersebut dipsahkan dengan menyaring minyak menggunakan kain teflon / sablon. Pemisahan air juga dapat dilakukan dengan menambahkan zat pengikat air berupa Natrium Sulfat anhidrat (Na2SO4)  sebanyak 1% selanjutnya diaduk dan disaring.







BAB III
PEMBAHASAN

a.   Tanaman Nilam

Ordo     : Lamiales
Famili    : Lamiaceae
Genus   : Pogostemon
Spesies  : Pogostemon cablin
Deskripsi :
Nilam (Pogostemon cablin Benth.) adalah suatu semak tropis penghasil sejenis minyak atsiri yang dinamakan sama (minyak nilam). Dalam perdagangan internasional, minyak nilam dikenal sebagai minyak patchouli (dari bahasa Tamil patchai (hijau) dan ellai (daun), karena minyaknya disuling dari daun). Aroma minyak nilam dikenal 'berat' dan 'kuat' dan telah berabad-abad digunakan sebagai wangi-wangian (parfum) dan bahan dupa atau setanggi pada tradisi timur. Harga jual minyak nilam termasuk yang tertinggi apabila dibandingkan dengan minyak atsiri lainnya.
Tumbuhan nilam berupa semak yang bisa mencapai satu meter. Tumbuhan ini menyukai suasana teduh, hangat, dan lembab. Mudah layu jika terkena sinar matahari langsung atau kekurangan air. Bunganya menyebarkan bau wangi yang kuat. Bijinya kecil. Perbanyakan biasanya dilakukan secara vegetatif.
Minyak nilam tergolong dalam minyak atsiri dengan komponen utamanya adalah patchoulol. Daun dan bunga nilam mengandung minyak ini, tetapi orang biasanya mendapatkan minyak nilam dari penyulingan uap terhadap daun keringnya (seperti pada minyak cengkeh). Di Indonesia minyak nilam juga disuling dari kerabat dekat nilam yang asli dari Indonesia.
Minyak nilam yang baik umumnya berwarna kuning jernih, dan memiliki wangi yang khas dan sulit dihilangkan. Minyak nilam jenis ini didapat dengan menggunakan teknik penyulingan uap kering yang dihasilkan mesin penghasil uap (boiler) yang diteruskan ke dalam tangki reaksi (autoklaf) selanjutnya uap akan menembus bahan baku nilam kering dan uap yang ditimbulkan diteruskan ke bagian pemisahan untuk dilakukan pemisahan uap air dengan uap minyak nilam dengan sistem penyulingan. Minyak nilam yang baik dihasilkan dari tabung reaksi dan peralatan penyulingan yang terbuat dari baja tahan karat (stainless steel) dan peralatan tersebut hanya digunakan untuk menyuling nilam saja.
Manfaat :
Karena sifat aromanya yang kuat, minyak ini banyak digunakan dalam industri parfum. Sepertiga dari produk parfum dunia memakai minyak ini, termasuk lebih dari separuh parfum untuk pria. Minyak ini juga digunakan sebagai pewangi kertas tisu, campuran deterjen pencuci pakaian, dan pewangi ruangan. Fungsi yang lebih tradisional adalah sebagai bahan utama setanggi dan pengusir serangga perusak pakaian. Aroma minyak nilam dianggap 'mewah' menurut persepsi orang Eropa, tetapi orang sepakat bahwa aromanya bersifat menenangkan. Minyak nilam biasanya digunakan sebagai fiksatif untuk industri wewangian, kosmetik, sabun, dan farmasi. Peranan minyak nilam sebagai fiksatif tidak bisa digantikan oleh minyak apapun sehingga sangat penting dalam dunia perfumery. Fungsi yang lebih tradisional adalah sebagai bahan utama setanggi dan pengusir serangga perusak pakaian.
b.   Tanaman Cendana
Kerajaan  : Plantae
Divisi       : Magnoliophyta
Kelas        : Magnoliopsida
Ordo        : Santalales
Famili       : Santalaceae
Genus      : Santalum
Spesies     : Santalum album
Deskripsi :
Cendana, atau cendana wangi, merupakan pohon penghasil kayu cendana dan minyak cendana. Kayunya digunakan sebagai rempah-rempah, bahan dupa, aromaterapi, campuran parfum, serta sangkur keris (warangka). Kayu yang baik bisa menyimpan aromanya selama berabad-abad. Konon di Sri Lanka kayu ini digunakan untuk membalsam jenazah putri-putri raja sejak abad ke-9. Di Indonesia, kayu ini banyak ditemukan di Nusa Tenggara Timur, khususnya di Pulau Timor, meskipun sekarang ditemukan pula di Pulau Jawa dan pulau-pulau Nusa Tenggara lainnya.
Cendana adalah tumbuhan parasit pada awal kehidupannya. Kecambahnya memerlukan pohon inang untuk mendukung pertumbuhannya, karena perakarannya sendiri tidak sanggup mendukung kehidupannya. Karena prasyarat inilah cendana sukar dikembangbiakkan atau dibudidayakan.
Kayu cendana wangi (Santalum album) kini sangat langka dan harganya sangat mahal. Kayu yang berasal dari daerah Mysoram di India selatan biasanya dianggap yang paling bagus kualitasnya. Di Indonesia, kayu cendana dari Timor juga sangat dihargai. Sebagai gantinya sejumlah pakar aromaterapi dan parfum menggunakan kayu cendana jenggi (Santalum spicatum). Kedua jenis kayu ini berbeda konsentrasi bahan kimia yang dikandungnya, dan oleh karena itu kadar harumnya pun berbeda.

c.    Tanaman Kenanga
Kerajaan  : Plantae
Divisi       : Magnoliophyta
Kelas        : Magnoliopsida
Ordo        : Magnoliales
Famili       : Annonaceae
Genus      : Cananga
Spesies     : Cananga odorata
Deskripsi :
Kenanga adalah flora identitas Provinsi Sumatera Utara. Kenanga (Cananga odorata) adalah nama bagi sejenis bunga dan pohon yang menghasilkannya. Ada dua forma kenanga, yaitu macrophylla, yang dikenal sebagai kenanga biasa, dan genuina, dikenal sebagai kenanga filipina atau ylang-ylang. Selain itu, masih dikenal pula kenanga perdu (Cananga odorata fruticosa), yang banyak ditanam sebagai hiasan di halaman rumah.
Cananga odorata fa. macrophylla tumbuh dengan cepat hingga lebih dari 5 meter per tahun dan mampu mencapai tinggi rata-rata 12 meter. Batang pohon kenanga lurus, dengan kayu keras dan cocok untuk bahan peredam suara (akustik). Memerlukan sinar matahari penuh atau sebagian, dan lebih menyukai tanah yang memiliki kandungan asam di dalam habitat aslinya di dalam hutan tadah hujan. Daunnya panjang, halus dan berkilau. Bunganya hijau kekuningan (ada juga yang bersemu dadu, tetapi jarang), menggelung seperti bentuk bintang laut, dan mengandung minyak biang, cananga oil yang wangi.
Kenanga biasa merupakan tumbuhan asli di Indonesia. Kenanga lazim pula ditanam di Polinesia, Melanesia, dan Mikronesia. Di Indonesia, bunga kenanga banyak menempati peran di dalam upacara-upacara khusus misalnya dalam upacara perkawinan.

d.   Tanaman Kayu Putih
Kerajaan  : Plantae
Divisi       : Magnoliophyta
Kelas        : Magnoliopsida
Ordo        :
Myrtales
Famili       :
Myrtaceae
Genus      :
Melaleuca
Spesies     :
Melaeuca leucadendra
Deskripsi :
Kayu putih (Melaleuca leucadendra syn. M. leucadendron) merupakan pohon anggota suku jambu-jambuan (Myrtaceae) yang dimanfaatkan sebagai sumber minyak kayu putih (cajuput oil). Minyak diekstrak (biasanya disuling dengan uap) terutama dari daun dan rantingnya. Namanya diambil dari warna batangnya yang memang putih.
Tumbuhan ini terutama tumbuh baik di Indonesia bagian timur dan Australia bagian utara, namun demikian dapat pula diusahakan di daerah-daerah lain yang memiliki musim kemarau yang jelas.
Minyak kayu putih mudah menguap. Pada hari yang panas orang yang berdekatan dengan pohon ini akan dapat membauinya dari jarak yang cukup jauh.
Manfaat :
Sebagai tumbuhan industri, kayu putih dapat diusahakan dalam bentuk hutan usaha (agroforestri). Perhutani memiliki beberapa hutan kayu putih untuk memproduksinya. Minyak kayu putih yang diambil dari penyulingan biasa dipakai sebagai minyak balur atau campuran minyak pengobatan lain (seperti minyak telon) atau campuran parfum serta produk rumah tangga lain.


e.    Tanaman Adas
Kerajaan  : Plantae
Divisi       : Magnoliophyta
Kelas        : Magnoliopsida
Ordo        : Apiales
Famili       : Apiaceae
Genus      : Foeniculum
Spesies     : Foeniculum vulga
Deskripsi :
Adas (Foeniculum vulgare Miller, suku adas-adasan atau Apiaceae) telah lama dikenal sebagai salah satu komponen pengobatan tradisional. Minyak adas yang diakndung bijinya menjadi salah satu komponen minyak telon.
Adas berasal dari daerah Laut Tengah timur (Italia ke timur hingga Suriah).
Tumbuhannya berbentuk herba yang berbau harum, berwarna hijau terang, tegak, dan dapat mencapai dua meter tingginya. Daun tumbuh sehingga 40 sentimeter panjang, berbentuk pita, dengan segmen terakhir dalam bentuk rambut, kira-kira selebar 0,5mm. Bunga yang dihasilkan di ujung tangkai adalah bunga majemuk yang berdiameter 5 hingga 15cm. Setiap bagian umbel mempunyai 20-50 kuntum bunga kuning yang amat kecil pada pedikel-pedikel yang pendek. Buahnya adalah biji kering dari 4 hingga 9 milimeter panjang, dengan lebar separuh panjangnya, dan mempunyai alur. Bijinya yang dikeringkan dikenali sebagai biji adas. Daun adas digunakan sebagai makanan oleh larva beberapa spesies Lepidoptera, contohnya adalah rama-rama Mouse Moth (Amphipyra tragopoginis) dan Anise Swallowtail (Papilio zelicaon).
Tanaman Adas (Foeniculum vulgare Mill.) adalah tanaman herba tahunan. Di Indonesia dikenal dua jenis adas yang termasuk ke dalam famili Umbelliferae, yaitu adas (Foeniculum vulgare Mill.) dan adas sowa (Anetum graveolens Linn.) Kedua jenis ini telah banyak dibudidayakan di Indonesia, terutama adas (Foniculum vulgare Mill.) Sedangkan Anetum graveolens Linn lebih banyak dibudidayakan di daerah dataran rendah dan daunnya dimakan sebagai lalap.

f.    Tanaman Cengkeh
Kerajaan  : Plantae
Divisi       : Angiosperms
Ordo        : Myrtales
Famili       : Myrtaceae
Genus      : Syzygium
Spesies     : Syzygium aromaticum
Deskripsi :
Pohon cengkih merupakan tanaman tahunan yang dapat tumbuh dengan tinggi 10-20 m, mempunyai daun berbentuk lonjong yang berbunga pada pucuk-pucuknya. Tangkai buah pada awalnya berwarna hijau, dan berwarna merah jika bunga sudah mekar. Cengkih akan dipanen jika sudah mencapai panjang 1,5-2 cm.
Cengkih dapat digunakan sebagai bumbu, baik dalam bentuknya yang utuh atau sebagai bubuk. Bumbu ini digunakan di Eropa dan Asia. Terutama di Indonesia, cengkih digunakan sebagai bahan rokok kretek. Cengkih juga digunakan sebagai bahan dupa di Republik Rakyat Cina dan Jepang. Minyak cengkih digunakan di aromaterapi dan juga untuk mengobati sakit gigi. Daun cengkih kering yang ditumbuk halus dapat digunakan sebagai pestisida nabati dan efektif untuk mengendalikan penyakit busuk batang Fusarium dengan memberikan 50-100 gram daun cengkih kering per tanaman
Manfaat :
Minyak esensial dari cengkih mempunyai fungsi anestetik dan antimikrobial. Minyak cengkih sering digunakan untuk menghilangkan bau napas dan untuk menghilangkan sakit gigi. Zat yang terkandung dalam cengkih yang bernama eugenol, digunakan dokter gigi untuk menenangkan saraf gigi. Minyak cengkih juga digunakan dalam campuran tradisional chōjiyu (1% minyak cengkih dalam minyak mineral; "chōji" berarti cengkih; "yu" berarti minyak) dan digunakan oleh orang Jepang untuk merawat permukaan pedang mereka.
g.   Tanaman Selasih Ungu
Deskripsi :
Selasih (Ocimum sanctum Linn) dapat menghasilkan minyak atsiri (essential oil) dan minyaknya sering disebut basil oil. Minyak atsiri mempunyai aroma khas dan berbeda satu sama lain. Kegunaan tanaman ini sangat banyak, oleh karena itu tanaman ini disebut tanaman serbaguna. Dari bermacam-macam senyawa yang terdapat dalam selasih, minyak atsiri merupakan salah satu komponen yang mendapat perhatian secara komersial.
Tanaman selasih mengandung minyak atsiri, kandungan minyak atsiri tersebut terdiri dari ocimene, alpha pinene, encalyptole, linalol, geraniol, dan eugenol metil eter. Biji selasih mengandung zat kimia yaitu saponin, flavonoid, dan polifenol.
Manfaat :                                                                                                                        
  • Parfum untuk badan
  • Kosmetik
  • Pengharum ruangan
  • Pengharum sabun
  • Pasta gigi
  • Pemberi cita rasa makanan.
  • Penghasil pestisida nabati

h.   Tanaman Jeruk Purut
Deskripsi :
Tinggi pohonnya antara 2 dan 12 meter. Batangnya agak kecil, bengkok atau bersudut dan bercabang rendah. Batang yang telah tua berbentuk bulat, berwarna hijau tua, dapat polos atau berbintik-bintik. Daun jeruk purut berwarna hijau kekuningan dan berbau sedap. Bentuknya bulat dengan ujung tumpul dan bertangkai. Tangkai daun bersayap lebar, sehingga hampir menyerupai daun.
Manfaat :
Untuk mendapatkan minyak jeruk purut pada umumnya dilakukan penyulingan dengan metode kukus ataupun uap. Bahan yang digunakan adalah daun atau kulit buah jeruk purut tersebut. Karakteristik minyak daunya terutama didominasi oleh minyak atsiri citronelal (80%), sisanya adalah citronelol (10%), nerol, dan limonena.
Minyak atsiri yang berasal dari kulit jeruk purut pada indutri banyak digunakan sebagai bahan pembuat kosmetik, parfum, antiseptik, dan lain-lain. Minyak daun jeruk purut dalam perdagangan internasional disebut kaffir lime oil. Minyak atisiri ini banyak diproduksi di Indonesia dengan output beberapa ton per tahun. Pemakaian minyak jeruk purut sementara ini hanya untuk fragran, padahal potensi di flavor cukup besar,
Kandungan senyawa-senyawa aktif dalam minyak atsiri kulit jeruk berbeda-beda antara satu dengan lain varietas. Dengan catatan bahwa yang paling dominan pada semua varietas ialah senyawa limonen. Kandungannya dalam minyak atsiri kulit jeruk sekitar 70-92%.
i.     Tanaman Mentha
Deskripsi :
Mentha (Mentha arvensis L) merupakan salah satu tanaman herbal aromatik penghasil minyak atsiri yang mempunyai masa depan prospektif. Kebutuhan mentha Indonesia saat ini dipenuhi seluruhnya dari luar negeri.
Jenis mentha yang berpeluang untuk dikembangkan di Indonesia adalah sebagian dari jenis Mentha arvensis yang tidak memerlukan panjang hari tertentu untuk berbunga.             Mentha arvensis var. Javanica merupakan varietas asli Indonesia, pertumbuhannya tegak dan rimbun, tetapi kandungan minyak dan mentholnya sangat rendah dan tidak komersial. Mentha arvensis mampu beradaptasi di dataran rendah dengan pertumbuhan tegak dan dapat berbunga.
Minyak Mentha arvensis dalam perdagangan disebut cornmint oil, banyak digunakan sebagai bahan campuran dalam pembuatan permen, pasta gigi, minyak angin, balsem dan berbagai obat-obatan. Minyak cornmint mempunyai sifat mudah menguap, tidak berwarna, berbau tajam, dan menimbulkan rasa hangat diikuti rasa dingin menyegarkan. Minyak ini diperoleh dengan cara menyuling ternanya (batang dan daun).
Manfaat :
Kandungan utama minyak Mentha arvensis (cornmint oil) adalah menthol, menthone dan menthyl asetat, dengan kandungan menthol tertinggi. Minyak Mentha arvensis (cornmint oil) sebagai sumber utama menthol. Minyak yang sudah diisolasi mentholnya disebut dementholized oil (DMO). DMO dapat digunakan sebagai substitusi minyak permen (peppermint oil) yang dihasilkan dari M. piperita.
Menthol berkhasiat sebagai obat karminatif (penenang), antispasmodik (anti batuk) dan diaforetik (menghangatkan, menginduksi keringat).


j.     Tanaman Jahe
Divisi   : Spermatophyta
Kelas   : Monocotyledoneae
Ordo    : Zingiberales
Famili : Zingiberaceae
Genus : Zingiber
Species : Zingiber officinale
Deskripsi :
Terna berbatang semu, tinggi 30 cm sampai 1 m, rimpang bila dipotong berwarna kuning atau jingga. Daun sempit, panjang 15–23 mm, lebar 8–15 mm, tangkai daun berbulu, panjang 2–4 mm. Bentuk lidah daun memanjang, panjang 7,5–10 mm, dan tidak berbulu; seludang agak berbulu.
Perbungaan berupa malai tersembul dipermukaan tanah, berbentuk tongkat atau bundar telur yang sempit, 2,75–3 kali lebarnya, sangat tajam, panjang malai 3,5–5 cm, lebar 1,5–1,75 cm, gagang bunga hampir tidak berbulu, panjang 25 cm, rahis berbulu jarang, sisik pada gagang terdapat 5–7 buah, berbentuk lanset, letaknya berdekatan atau rapat, hampir tidak berbulu, panjang sisik 3–5 cm. Daun pelindung berbentuk bundar telur terbalik, bundar pada ujungnya, tidak berbulu, berwarna hijau cerah, panjang 2,5 cm, lebar 1–1,75 cm. Mahkota bunga berbentuk tabung 2–2,5 cm, helainya agak sempit, berbentuk tajam, berwarna kuning kehijauan, panjang 1,5–2,5 mm, lebar 3–3,5 mm, bibir berwarna ungu, gelap, berbintik-bintik berwarna putih kekuningan, panjang 12–15 mm. Kepala sari berwarna ungu, panjang 9 mm, dan tangkai putik 2.
Manfaat :
Rimpang jahe dapat digunakan sebagai bumbu masak, pemberi aroma dan rasa pada makanan seperti roti, kue, biskuit, kembang gula dan berbagai minuman. Jahe juga dapat digunakan pada industri obat, minyak wangi, industri jamu tradisional, diolah menjadi asinan jahe, dibuat acar,
Disamping itu terdapat hasil olahan jahe seperti: minyak astiri dan koresin yang diperoleh dengan cara penyulingan yang berguna sebagai bahan pencampur dalam minuman beralkohol, es krim, campuran sosis dan lain-lain.
Adapun manfaat secara pharmakologi antara lain adalah sebagai karminatif (peluruh kentut), anti muntah, pereda kejang, anti pengerasan pembuluh darah, peluruh keringat, anti inflamasi, anti mikroba dan parasit, anti piretik, anti rematik, serta merangsang pengeluaran getah lambung dan getah empedu.

k.      Tanaman Bangle
Divisi   : Spermatophyta
Kelas   : Monocotyledoneae
Ordo    : Zingiberales
Famili : Zingiberaceae
Genus : Zingiber
Species : Zingiber purpureum Roxb
Deskripsi :
Bangle atau dalam bahasa latin dikenal dengan Zingiber purpureum Roxb. tumbuh di Asia tropika dari India sampai Indonesia. Di Jawa, tanaman ini dibudidayakan/ditanam di pekarangan/di tempat-tempat cukup terkena sinar matahari, mulai dari dari dataran rendah sampai ketinggian 1300 m dpl.
Herba semusim berbentuk rumpun, tinggi mancapai ± 2 m. Bagian tanaman yang digunakan adalah rimpangnya. Rimpang agak besar berwarna kuning, rasa pedas, pahit, rasa tidak enak. Ukuran rimpang 2,5-5 cm dan akarnya berdaging tebal. Tumbuh baik pada tanah yang subur, gembur dengan cukup sinar matahari. Jarak tanam 40-50 cm.
Bangle digolongkan sebagai rempah-rempah yang memiliki khasiat obat. Permukaan luar bangle tidak rata, berkerut, berwarna coklat muda kekuningan, bila dibelah warna daging buah bangle berwarna kuning muda sampai kuning kecoklatan.
Maanfaat :
Tanaman bangle dapat mengobati demam, sakit kepala, sakit perut, batuk, masuk angin, reumatik, cacingan, sembelit, dan ramuannya ampuh untuk mengecilkan perut setelah melahirkan.


l.     Tanaman Serai Dapur
Ordo    : Poales
Famili  : Poaceae
Genus  : Cymbopogon
Spesies: Cymbopogon citratus
Deskripsi :
Negara penghasil Cymbopogon citratus memang belum diketahui dengan pasti, namun penyebarannya meliputi daerah Malesiana (Asia Tenggara hingga Papua). Tanaman ini dikenal dengan istilah Lemongrass karena memiliki bau yang kuat seperti lemon, sering ditemukan tumbuh alami di negara-negara tropis.
Minyak serai dapur dihasilkan dari daun, dan dapat dipanen ketika umur tanaman 6-8 bulan setelah tanam. Daun dapat dipanen sebanyak 3-6 kali setiap  tahunnya selama 4-6 tahun. Jika pemanenan dilakukan secara manual, bagian tanaman yang dipangkas adalah batang, dengan tinggi 10 cm diatas tanah.
Manfaat :
Umumnya masyarakat memanfaatkan tanaman ini sebagai rempah-rempah dalam masakan, dikarenakan dapat memberikan aroma yang sedap pada masakan. Dalam dunia perdagangan minyak atsiri, Cymbopogon citratus dikenal dengan West Indian Lemongrass Oil (minyak serai dapur India Barat) atau minyak sitratus. Minyak ini digunakan sebagai komponen bahan dalam pembuatan kosmetika, seperti parfum dan shampoo, dll. Selain itu digunakan pula sebagai bahan dalam pembuatan obat-obatan dikarenakan mengandung anti jamur dan bakteri.
m.    Tanaman Tanjung
Deskripsi :
Mimusops elengi merupakan spesies dari famili Sapotaceae. Memiliki nama umum adalah tanjung. Mimusops elengi merupakan tumbuhan asli Asia dan menyebar ke India, Sri Langka, Burma, dan Indochina serta Thailand.
Tanaman ini merupakan pohon yang sedang besar yang tingginya antara 30-40 m. Anak cabangnya biasanya pendek dan terbagi diantara cabang utama. Cabang utama memiliki panjang 15-20 m, diameter lebih dari 100 cm. Banir lebih dari 2 m panjangnya.
Terasnya cokelat muda, keras, halus, dan padat. Pada pohon yang tua dipalut oleh tiga jari gubal yang putih. Permukaan batang terkadang retak dan mengelupas tipis. Batang bagian dalam berpori, kemerahan, dan mengandung sedikit air dan memiliki getah putih yang lengket. Daun berseling spiral, sederhana, dengan tepi daun bergelombang, dengan stipula kecil dan mudah runtuh. Bunganya biseksual atau bisa berupa bunga jantan atau bunga betina bersoliter dan terletak di aksil daun. Sepal dalam 2 lingkaran ada 4, mahkota putih dan berbau harumengan tabung pendek. Benang sari ada 8 dan ovary terletak di bagian superior. Buah berbiji 1-2 berbentuk bundar sampai elips, jika matang berwarna oranye lalu merah. Perkecambahannya termasuk tipe epigeal, dengan kotiledon muncul ke permukaan.
Biasanya tanaman ini hidup di dekat pantai, namun juga banyak ditemukan pada lokasi berbatu dan terjal sampai ketinggian 600 m. Tumbuh subur pada area curah hujan rendah, biasanya ditemukan pada habitat bermusim kering.
Manfaat :
Pohon ini biasanya memiliki kayu yang kuat yang digunakan sebagai bahan baku konstruksi bangunan, perahu, atau pertanian. Mimusops elengi memiliki bunga yang harum dan sering ditanam untuk ornamental taman dan peneduh di sepanjang jalan karena tajuknya yang rindang dan indah. Daunnya biasanya digunakan untuk menyembuhkan sakit kepala, dan dibakar sebagai rokok untuk mengobati radang selaput lendir hidung dan tenggorokan. Jamu yang direbus dari kulit batang dicampur dengan bunga bisa menyembuhkan demam dan diare. Bunga segar digunakan sebagai bahan baku parfum atau digunakan sebagai penghias dekorasi.
Bunganya yang berjatuhan biasanya dikumpulkan dan dipakai dalam seuntai tali sebagai hiasan diri, dan setelah layu selama beberapa hari masih dapat dipertahankan keharumannya. Minyak atsiri Mimusops elengi berwarna kuning pucat, berupa cairan mengalir yang sangat lembut, manis dan aroma bunga yang tahan lama. Sangat disukai lebah, karena sangat manis.
n.      Tanaman Salam
Kerajaan  : Plantae
Divisi       : Angiosperms
Ordo        : Myrtales
Famili       : Myrtaceae
Genus      : Eugenia
Spesies     : Eugenia polyantha
Deskripsi :
Tanaman salam (Eugenia polyantha W) tumbuh mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 1800 m diatas permukaan laut.
Minyak atsiri adalah campuran berbagai persenyawaan organik yang mudah menguap, mudah larut dalam pelarut organik serta mempunyai aroma khas sesuai dengan jenis tanamannya. Minyak atsiri dapat digunakan sebagai bahan obat-obatan, parfum, minuman, penyedap makanan dan pestisida. Berdasarkan unsur penyusunnya, komponen minyak atsiri terdiri atas dua golongan yaitu golongan hidrokarbon dan “oxygenated hydrocarbon”. Golongan hidrokarbon terdiri atas unsur hidrogen (H) dan karbon (C) yang terdapat dalam bentuk terpen, parafin dan hidrokarbon aromatik. Sedangkan golongan oxygenated hydrokarbon terdiri atas karbon (C), hidrogen (H) dan oksigen (O), dan merupakan senyawa paling penting dalam minyak atsiri karena mempunyai aroma yang lebih wangi. Komponen kimia minyak atsiri sangat bervariasi tergantung pada jenis tanaman, iklim, tanah, umur panen, cara pengolahan dan penyimpanan.
Manfaat :
Daun salam mengandung minyak atsiri yang dapat digunakan dalam industri obat-obatan, makanan dan parfum. Lingkungan yang berbeda berpengaruh terhadap rendemen minyak yang dihasilkan.
Selama ini pohon salam digunakan sebagai peneduh, sedangkan daunnya dapat digunakan sebagai penyedap masakan maupun obatobatan (diare, diabetes dan darah tinggi). Daun salam apabila diremas-remas dapat menghasilkan minyak atsiri yang memiliki aroma harum dan dapat digunakan sebagai penyedap masakan. Kulit batang, akar dan daun dapat digunakan sebagai obat gatal-gatal, sedangkan kayunya untuk bahan bangunan.


o.   Tanaman Kunyit
Deskripsi :
Kunyit (Curcuma domestica Val.) merupakan tanaman terna tahunan. Tanaman ini berbatang semu, mempunyai pelepah daun yang agak lunak, serta mempunyai aroma yang khas. Tinggi tanaman ini bisa mencapai lebih kurang 1 meter dengan bunga berwarna putih muncul di pucuk batang semu. Rimpang luar berwarna jingga kecokelatan serta daging buah berwarna kuning hingga merah jingga. Biasanya rimpang bergerombol dan bercabang.
Kunyit secara tradisional digunakan untuk menyembuhkan sakit perut, karminatif, membersihkan darah, vermicide, dan antiseptic. Untuk perawatan kecantikan, wanita telah menggunakannya untuk mencegah pigmentasi, dapat membuat kulit halus dan bercahaya juga dapat menjaga kulit dari alergi terhadap air. Daun kunyit biasanya digunakan untuk memberi aroma pada masakan seperti rendang, gulai dan sebagai pembalut ikan atau daging yang dibakar. Telah diteliti bahwa minyak atsiri yang diperoleh dari daun kunyit menunjukkan potensi dalam menghambat pertumbuhan jamur pathogen.

p.      Tanaman Akar Wangi
Deskripsi :
Rumput menahun yang membentuk rumpun yang besar, padat dengan arah tumbuh tegak lurus, kompak, beraroma, bercabang-cabang, memiliki rimpang dan sistem akar serabut yang dalam. Rumpun tumbuh hingga mencapai tinggi 1—1.5(—3) m, berdiameter 2—8 mm. Daun berbentuk garis, pipih, kaku, permukaan bawah daun licin. Perbungaan malai (tandan majemuk) terminal, tiap tandan memiliki panjang mencapai 10 cm; ruas yang terbentuk antara tandan dengan tangkai bunga berbentuk benang, namun di bagian apeksnya tampak menebal.
Vetiveria zizanioides tumbuh secara alami di tempat-tempat berpayau di utara India, Bangladesh, Burma (Myanmar) dan kemungkinan telah dapat tumbuh secara alami di banyak tempat di kawasan Asia Tenggara. Vetiver telah dibudidayakan di India selama berabad-abad dan saat ini telah tumbuh di seluruh daerah tropis dan banyak tempat di daerah subtropis. Tumbuhan ini ditanam untuk diambil minyaknya pada beberapa tempat di dunia seperti Haiti, Jawa Timur, India, Réunion, Cina dan Brazil. Informasi penggunaan vetiver untuk mengendalikan erosi tersebar pertamakali dari India lalu ke Caribbean dan Fiji kemudian ke banyak daerah-daerah tropik lain, termasuk semua negara di Asia Tenggara. Tersebar di seluruh wilayah Indonesia, sentra produksi minyak akar wangi terutama di Kabupaten Garut, Jawa Barat dan Kabupaten Wonosobo, Jawa
Vetiveria zizanioides dapat tumbuh baik pada kondisi lingkungan sangat basah atau sangat kering, dengan curah hujan tahunan berkisar pada (300—)1000—2000 (—3000) mm. Rata-rata suhu maksimum yang mendukung pertumbuhannya adalah pada rentang 25°—35°C; namun suhu absolut maksimumnya dapat mecapai 45°C. Vetiveria zizanioides tetap dapat tumbuh pada kondisi tanah tandus dan pada tipe tanah yang beragam. Vetiveria zizanioides dewasa dapat tumbuh pada tanah yang mengandung garam. Meskipun telah mengalami kebakaran, terinjak-injak, ataupun habis karena dimakan hewan, jenis rumput ini masih dapat tetap tumbuh.
Vetiveria zizanioides diperbanyak secara vegetatif dengan memecah rumpun yang terdiri dari satu atau beberapa tunas berukuran 15—20 cm dan meliputi beberapa bagian akar. Regenerasi tumbuhan dengan cara kultur jaringan (in vitro) yang telah berhasil dilakukan di Mauritius mendukung produksi jenis ini untuk tujuan komersial.
Manfaat :
Rumpun dan akar rumput Vetiver mengandung minyak esesial yang dapat dijadikan parfum, sabun dan penghilang bau tidak sedap. Minyak Vetiver dan akarnya dapat berkhasiat sebagai penangkal serangga. Di sebelah selatan India, secara tradisional, rumput Vetiver ditanam di sepanjang jalur tertentu sebagai batas permanen antar lahan. Sedangkan di Jawa, rumput Vetiver ditanam pada tempat-tempat miring. Kemampuan rumput Vetiver untuk digunakan sebagai pengontrol erosi telah meluas di seluruh penjuru daerah tropis, sejak tahun 1980-an. Di Jawa Tengah, penanaman kombinasi rumput Vetiver, rumput Gajah, pohon Sengon dan Kara benguk dapat mengendalikan erosi, stabilitas lereng dan memacu perkembangan sifat fisik tanah bekas letusan gunung berapi di Gunung Merapi. Daun akar wangi dapat di pakai sebagai pengusir serangga. Namun akar merupakan bagian utama sebagai penghasil minyak vetiveria oil. Selain itu, digunakan juga sebagai bahan dalam industri kosmetika, parfum dan sabun mandi.
q.   Tanaman Serai Wangi
Deskripsi :
Serai wangi (Andropogon nardus L.) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri dari famili gramineae. Ada empat jenis yang dikenal yaitu (1). A. nardus var. ceriferus yang biasa dikenal dengan serai dapur, minyaknya diperdagangkan dengan nama west Indies lemon grass, tanaman biasanya tidak berbunga. (2). A. nardus var. flexuosus atau disebut juga malabar grass atau cochin lemon grass. (3). A. nardus var. marginatus atau alang-alang wangi, kandungan minyak serta geraniolnya rendah dan rumput muda dapat dipakai untuk pakan ternak, tanaman ini juga jarang berbunga. (4). A. nardus var. genuinus atau serai wangi atau citronella grass.
Minyak serai wangi digunakan untuk bahan dasar pembuatan esterester seperti hidroksi citronelal, geraniol asetat dan menthol sintetik yang mempunyai sifat lebih stabil dan digunakan dalam industri wangiwangian. Minyak yang kurang memenuhi persyaratan ekspor dijual di pasar domestik sebagai bahan baku industri sabun, pasta gigi dan obat-obatan.
Di perdagangan dunia dikenal dua tipe minyak serai wangi yaitu tipe Srilanka dan tipe Jawa. Tipe Srilanka disebut juga Lenabatu berasal dari tanaman Cymbopogon nardus Rendle (Andropogon nardus Ceylon de Joung). Tipe Jawa disebut juga Mahapengiri berasal dari Cymbopogon winterianus Jowitt (Andropogon nardus Java de Joung) atau Java Citronella.
Mahapengiri mempunyai ciri daun lebih pendek dan lebih lebar dari Lenabatu. Selain itu mutu minyaknya lebih baik karena mempunyai kadar geraniol dan citronelal lebih tinggi (Guenther, 1990). Persyaratan mutu eksport minyak serai wangi adalah kandungan geraniol dalam minyak minimal 85% dan sitronelal minimal 35% dan tidak mengandung zat-zat asing (Anon, 1974).
Kandungan minyak serai wangi tidak dipengaruhi oleh waktu dan cara, demikian pula tidak dipengaruhi oleh faktor lingkungan tumbuh seperti ketinggian tempat, kesuburan, dan pemeliharaan, sedangkan pengaruh iklim, ada kecenderungan kadar citronelal dalam minyak cenderung lebih tinggi bila panen serai wangi dilakukan pada musim kemarau dibanding panen pada saat musim hujan. Mengenai pengaruh cahaya, terhadap produksi dan kualitas munyak serai wangi belum pernah dilakukan penelitian. Faktor yang berperan dalam mutu minyak adalah faktor genetis tanaman. Oleh karena itu untuk produksi mutu serai wangi yang baik sebaiknya minyak disuling dari bahan tanaman yang bermutu baik.
Manfaat :
Umumnya tanaman yang dibudidayakan di masyarakat bukan tanaman yang minyaknya bermutu tinggi, kemungkinan jenis yang dibudidayakan tersebut adalah termasuk tipe lenabatu. Jenis ini produksi daunnya cukup bagus, tetapi mutu minyaknya kurang baik dan tidak memenuhi standar ekspor yaitu mempunyai kandungan total geraniol dan sitronelal dalam minyak minimal 85% dan 35 %.
r.       Tanaman Kapulaga
Deskripsi :
Kapulaga adalah komoditas rempah yang sudah dikenal sejak ribuan tahun sebelum Masehi. Sama halnya dengan cengkeh, pala, lada dan kayu manis. Dalam perdagangan dunia, Kapulaga lokal dari Indonesia. Nama latin True Cardamon, Elettaria cardamomum. Ada dua varietas E. cardamomum. Pertama E. cardamomum var. malabar dan kedua E. cardamomum var. mysore.
Sosok tanaman Kapulaga mirip dengan tanaman lengkuas. Batangnya berupa rimpang yang berada dalam tanah, sementara batang yang menyembul ke permukaan tanah merupakan batang semu yang sebenarnya merupakah gabungan dari beberapa pelepah daun. Daunnya berbentuk dan berukuran mirip dengan daun lengkuas. Daun Kapulaga lokal lebih lebar dengan bagian pangkal dan ujungnya kurang meruncing. Sementara daun Kapulagasabrang lebih ramping dengan bagian pangkal derta ujungnya meruncing. Tanaman Kapulagalokal berukuran lebih kecil dan juga lebih pendek. Tinggi rata-rata tanaman Kapulaga lokal kurang dari dua meter. Sementara Kapulaga sabrang tumbuh jangkung dengan ketinggian lebih dari dua meter dan perawakan batangnya lebih kekar. Tiap rumpun tanaman Kapulaga ditumbuhi sekitar 30 sampai dengan 40 batang tanaman. disebut sebagai Cardamon.
Manfaat :
Kapulaga biasanya digunakan untuk pembuatan jamu dan juga dapat dihasilkan minyak atsiri.











BAB IV
KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat diambil dari uraian diatas adalah:
1.      Kegunaan minyak atsiri sangat luas dan spesifik, khususnya dalam berbagai bidang industri, antara lain dalam industri kosmetik, dalam industri makanan sebagai bahan penyedap atau penambah cita rasa; dalam industri parfum sebagai pewangi; dalam industri farmasi atau obat-obatan sebagai antinyeri, antiinfeksi, pembunuh bakteri; dalam industri bahan pengawet; bahkan digunakan pula sebagai insektisida.
2.      Proses produksi minyak atsiri dapat ditempuh melalui 3 cara, yaitu pengempaan (pressing), ekstraksi menggunakan pelarut (solvent extraction), dan penyulingan (distillation).
3.      Minyak atsiri selain dihasilkan oleh tanaman, dapat juga sebagai bentuk dari hasil degradasi oleh enzim atau dibuat secara sintetis.
4.      Tumbuhan yang dapat menghasilkan minyak atsiri sangat banyak contohnya adalah akar wangi, pala, sirih, lavender, cempaka, kenanga, pala, kayu putih, sereh wangi, selasih, kunyit, cendana, kayu manis, jahe, akasia, dan lain sebagainya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar